Kasus Penculikan Aktivis 1997/98

Peristiwa ini dimulai karena krisis finansial Asia dan tragedi Trisakti dimana empat mahasiswa ditembat dan terbunuh dalam demokrasi 12 Mei 1998. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hafidhin A Royan, dan Hendriawan Sie. mahasiswa menuntut turunnya presiden Soeharto sebagai Presiden RI. Kemenangan mutlak Golkar pada pemilu 1997 dan tentunya akan mengangkat kembali Soharto sebagai presiden lima tahun berikutnya dalam sidang MPR RI. Terpilihnya Soharto memicu unjukrasa besar-besaran setelah pembentukan Kabinet Pembangunan V1I yang dirasa syarat Kolusi dan Nepotisme.
Demo masal puncaknya terjadi pada tanggal 13 Mei dan 14 Mei 1998, di Jakarta dan sekitarnya. Kerusuhan dan penjarahan menyebabkan ekonomi lumpuh. Puluhan toko dihancurkan, pabrik dibakar dan ratusan orang mati terbakar. Pada tanggal 19 Mei 1998 para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berhasil menduduki gedung MPR/DPR.
Pemerintahan orde baru yang dipimpin Soeharto selama 32 tahun dianggap tidak sesuai dengan cita-cita orba saat itu. Yang terjadi malah penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila dan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam UUD 1945. Banyak kebijakan yang malah merugikan masyarakat kecil dan miskin. Menurut mahasiswa Pancasila dan UUD 1945 hanya dijadikan legitimasi kekuasaan rezim Soeharto.
Kerusuhan tersebut menyebabkan dampak diberbagai sektor politik, ekonomi, hukum dan sebaginya. Wiranto dan Prabowo menjadi tokoh yang paling populer saat itu ketika melakukan pengamanan. Prabawo yang melakukan penculikan 9 aktivis mengaku sudah melepaskan dengan selamat sedangkan aktivis lain yang menghilang Prabowo tidak mengetahui. Disisi lain, Wiranto menjadi tokoh yang tidak terlihat meski pada saat kerusuhan 14 Mei 1998 Pangab Wiranto beserta beberapa Jendral mengunjungi Malang.
Peristiwa menghilangnya secara paksa atau penculikan terhadap aktivis pro-demokrasi yang terjadi menjelang pemilu tahun 1997 dan sidang MPR RI tahun 1998. peristiwa penculikan ini berlangsung dalam tiga tahap. Menjelang pemilu Mei ‘97. Dalam waktu dua bulan menjelang sidang MPR bulan maret. Kasus orang hilang yang terjadi pada masa orde baru sekitar tahun 1997-1998 yang menghilangkan sekitar 23 aktivis yang 9 diantaranya dibebaskan, 1 ditemukan meninggal yaitu Leonardus Gilang dan 13 lainnya dinyatakan hilang sampai hari ini.
Sembilan aktivis yang dibebaskan :
  1. Desmond Junaidi Mahesa, diculik di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara. Jakarta, 4 Februari 1998
  2. Haryanto Talam
  3. Pius Lustrilanang, diculik di panpan RSCM. 2 Februari 1998
  4. Faisol Reza, diculik di RSCM setelah konfersi pers KNPD di YLBHI. Jakarta, 12 Maret 1998
  5. Rahardjo Walujo Djati, diculik di RSCM setelah konfersi pers KNPD di YLBHI. Jakarta, 12 Maret 1998
  6. Nezar Patria, diculik dirumah susun Klender, 13 Maret 1998
  7. Alan Rusdianto, diculik dirumah susun Klender, 13 Maret 1998
  8. Mugianto, diculik dirumah susun Klender, 13 Maret 1998
  9. Andi Arief, diculik dilampung 28 Maret 1998
     
    Sedangkan 13 Aktivis yang diculik dan hilang hingga saat ini :

  1. Dedy Hamdun, Pengusaha dan aktif di PPP dan dalam kampanye Mega-Bintang. Hilang di Jakarta 29 Mei 1997
  2. Ismail, Sopir Dedy Hamdun. Hilang di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1997
  3. Hermawan Hendrawan, Mahasiswa Unair, hilang setelah konfrensi pers KNPD di YLBHI. Jakarta, 12 Maret 1998
  4. Hendra Hambali, Siswa SMU. Hilang saat kerusuhan di Glodok Jakarta 15 Mei 1998
  5. Abdun Nasser, Kontraktor. Hilang saat kerusuhan 14 Mei 1998 Di Jakarta
  6. Nova Al Katiri, Pengusaha dan teman Dedy Hamdun, aktivis PPP. Hilang di Jakarta 29 Mei 1997
  7. Petrus Bima Anugrah , Mahasiswa Unair dan STF Driyakara, aktivis SMID. Hilang di Jakarta 30 Maret 1998
  8. Sony, Sopir, teman Yani Afri. Hilang di Jakarta 26 April 1997
  9. Suyat, Aktivis SMID. Hilang di Solo pada 12 Februari 1998
  10. Ucok Munandar Siahaan, Mahasiswa Perbanas. Diculik saat kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta
  11. Yadin Muhidin, Alumnus sekolah pelayaran. Sempat ditahan Polres Jakut. Hilang di Jakarta 14 Mei 1998
  12. Yani Afni, Sopir pendukung PDI Megawati, ikut koalisi mega bintang dalam pemilu 1997, sempat ditahan di Makodim Jakarta Utara. Hilang di Jakarta pada 26 April 1997
  13. Wiji Tukul, penyair dan aktivis JAKER. Hilang di Jakarta 10 Januari 1998
     
    Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Kopasus grup IV, TNI angkatan darat. Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi. Sampai saat ini, kasus hilangnya aktivis masih terus diusut oleh Komnasham.
     
     
    Sumber : Wikipedia
     Sejarah akademika

No comments:

Post a Comment